Sabtu, 04 Juli 2015

seuntai harapan

untuk sebuah nama yang tak terucap,
untuk sepotong hati yang (sedang) terpisah,
dan untuk pemilik tulang rusuk.
izinkan aku untuk menyapamu dalam doa,
merindukanmu melalui desir angin,
dan mencintaimu dalam diamku.
biarlah (kadang) air mata yang menjadi temanku saat ku sampaikan rinduku tentangmu padaNya,
biarlah (sering) kubisikan rinduku pada angin yang (mungkin) membawanya kepadamu,
dan biarlah Sang Pemilik waktu yang (akan) mempertemukan kita di waktu yang tepat dengan cara yang indah.
kepada sebuah nama...
maka izinkan aku memantaskan diriku untukmu karenaNya,
menjadi Fatimah untukmu, seperti Fatimah untuk Ali,
dan (sekali lagi) kepadamu,
sebuah nama yang sudah Allah tulis untukku,
ketahuilah aku (selalu) menunggumu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar