Minggu, 05 Juli 2015

sekilas..

untuk seseorang yang berada jauh di seberang sana..
entah perasaan apa yang kini sedang menyelimutiku. aku hanya ingin kau mengerti dan berpikir, jikalau diriku sedang sangat amat merindukanmu. mungkin kau tak akan percaya dengan semua omong kosongku ini. tapi percayalah, aku menulis semua ini tanpa ada sedikitpun perasaan munafik yang terpendam.. kini aku bingung, jika harus berbicara dengan dirimu. seolah semua sudah tak berarti. sedikit banyak kata yang telah kuuraikan padamu, bagiku kau tak memedulikannya lagi. aku ingin kejelasan dari semuanya. apakah memang aku terlihat begitu munafik saat aku mengirimu pesan yang begitu banyak? aku tidak semunafik itu. aku hanya ingin mengutarakan apa yang terlintas dalam fikiranku. jujur, aku hanya ingin kau kembali. entah sudah berapa kali aku coba untuk tidak peduli padamu, tapi semuanya nihil. aku tetap memikirkan segala tentangmu. ya memang, menurut penglihatanku kau berbeda. entah hal apa yang memvuat dirimu menjadi seperti ini. mungkin ada atau bahkan banyak sikapku yang membuat dirimu seperti ini. bahkan untuk kau membalas semua pesanku pun, terasa sulit. keadaan seperti ini memang sulit, tapi aku yakin sangat yakin, jika kau akan kembali seperti dulu pada waktunyananti. aku harap kau membaca, sekilas perasaanku ini yang tak mungkin bisa ku jelaskan semuanya. aku tak peduli apa yang kau pikirkan. aku hanya ingin kau mengetahui, dan aku tak pernah mencoba untuk munafik atas apa yang aku tulis dan aku bicarakan.
aku tunggu, saat dimana kau berhasil menjadi dirimu sendiri seperti saat dulu..

Sabtu, 04 Juli 2015

tidak rugi, karena itu adalah kewajiban^^

Ramai yang mengatakan, orang-orang bahkan teman-teman sekitar kita, mempermasalahkan jilbab kita dengan sebutan kata "RUGI" . "Hey kamu, RUGI saja kamu makai jilbab besar, akhlaknya saja belum bener sok makai jilbab besar" . "Hey kamu, RUGI saja kamu makai jilbab besar, tapi kok pacaran" . "Hey kamu, RUGI saja kamu makai jilbab besar, tapi ucapan kamu kagak bisa dijaga" . "Hey kamu, RUGI aja kamu makai jilbab besar, hatimu tuh belum bener, dijilbabin dlu noh hatimu, baru jilbabin kepalamu" . "Hey kamu, RUGI aja kamu makai jilbab besar, tapi masih suka ngibah" .

Question..
Apa salah si jilbab?
Kenapa harus rugi memakai jilbab besar?
Kenapa harus dipermasalahkan?
Apa kaitannya jilbab dengan akhlak-akhlak belum smpurna itu?
Sampai-sampai kata rugi itu selalu terselip disetiap huntaian kata-kata mereka ? .

Bukankah jilbab itu jelas-jelas kewajiban seorang muslimah?
Kenapa mesti rugi karena hanya akhlaknya belum sempurna? .

Walaupun akhlak mereka belum sempurna, bukankah mereka lagi menuju proses ketaatan? .

Perlu ditegasi, antara jilbab dan akhlak itu adalah 2 perkara yang berbeda.. .

Jilbab sma halnya dengan sholat, puasa..
Coba lihat sekarang, mau jahat mau baik, orang tersebut tetep sholat bukan? Karena kenapa? Karena itu kewajiban .

Kenapa kewajiban yang satu ini sngat banyak dilalaikan oleh orang? Orang awam pun dengan mudahnya mengatakan kata-kata rugi untuk muslimah yang memakai jilbab besar .

Tidak ada kata-kata rugi sahabat sekalian, itu kewajiban bukan suatu permasalahan yang mendapatkan keuntungan dan kerugian.. Maupun untung, maupun rugi, sekali kewajiban, tetaplah kewajiban..Itulah makna jilbab, semua dalam proses belajar dan untuk menuju ketaatan, tugas kita bukan untuk mengatakan mereka RUGI tapi doakan saja agar mereka ISTIQOMAH.

Kontribusi oleh: @prita_nurhaliza98 ^^ #DuniaJilbab

seuntai harapan

untuk sebuah nama yang tak terucap,
untuk sepotong hati yang (sedang) terpisah,
dan untuk pemilik tulang rusuk.
izinkan aku untuk menyapamu dalam doa,
merindukanmu melalui desir angin,
dan mencintaimu dalam diamku.
biarlah (kadang) air mata yang menjadi temanku saat ku sampaikan rinduku tentangmu padaNya,
biarlah (sering) kubisikan rinduku pada angin yang (mungkin) membawanya kepadamu,
dan biarlah Sang Pemilik waktu yang (akan) mempertemukan kita di waktu yang tepat dengan cara yang indah.
kepada sebuah nama...
maka izinkan aku memantaskan diriku untukmu karenaNya,
menjadi Fatimah untukmu, seperti Fatimah untuk Ali,
dan (sekali lagi) kepadamu,
sebuah nama yang sudah Allah tulis untukku,
ketahuilah aku (selalu) menunggumu..