Rabu, 08 Oktober 2014

Tanpa sebuah nama

Awal kita bertemu, sama sekali tidak terjadi apa apa. Kau hadir dengan raga yang tampak biasa. Saat itu tak sedikitpun percakapan terjalin. Hanya sebuah tatapan mata yang mungkin tidak berarti. Aku sibuk dengan pekerjaanku dan kau pun sibuk dengan apa yang sedang kau kerjakan saat itu. Saat aku bercakap dengan temanku, kau tetap diam tanpa kata. Aku mulai ingin mengetahui dirimu. Karna rasa penasaran yang mengalir. Saat waktu break, tanpa sengaja kita bertemu. Kaupun memberikan senyuman pertamamu. Aku hanya diam, kaget dengan apa yang baru saja terjadi pada dirimu. Waktu break pun telah usai. Kau hadir kembali dengan seperangkat alat yang kau bawa. Aku sudah lebih dulu menyibukkan diriku di ruangan itu. Seiring waktu berjalan, aku yang sedang bersenda gurau tiba tiba mendengar sebuah suara dari jarak yang begitu dekat. Dan ternyata, untuk pertama kalinya kau menyapa diriku. Ya diriku, karna saat itu yang ada didekatmu hanyalah diriku. Aku melihat tatapan itu. Tatapan yang utuh. Yaa kita mulai bercakap saat itu. Tapi yang anehnya, kita sama sekali tidak memberikan sebuah nama kita masing masing. Bercakap tanpa tahu nama dari diri masing masing. Tapi itu membuatku nyaman bercakap denganmu.

Selasa, 23 September 2014

sosok dirinya

Sosok itu, kini seolah berada dekat dengan raga ini. Aku mencoba untuk menghindari semua perasaan ini. Tapi ternyata, sulit untuk bisa merubah semuanya. Rasa itu kini telah datang. Untuk pertama kalinya aku merasakan hal yang berbeda. Sangat sangat berbeda dari yang apa yang telah aku rasakan sebelumnya. Apa arti dari semua itu? Entahlah, mungkin memang tuhan sudah mentakdirkannya. Aku senang berada diantara mereka terlebih dia. Aku berpikir, akankah hidup ini dapat terus berjalan seperti ini. Ternyata tidak, perjalanan yang harus ku lalui masih panjang. Aku selalu berharap dapat menggapai dirinya untuk melengkapi hidupku. Aku memohon kepada tuhan, agar aku dapat didekatkan hatinya kepada dirinya. Semoga apa yang selalu aku harapkan, dapat dimengerti olehnya walaupun secara tidak langsung.

Rabu, 06 Agustus 2014

tidak akan

Sejak saat itu, semua menjadi aneh. Entah kenapa, sesuatu itu hadir dengan tanpa permisi. Tapi aku tidak mungkin dan tidak akan mungkin menerima sesuatu hal tersebut yang akan merusak segalanya. Aku berjanji akan menjauhkan hal tersebut. Mungkin lebih tepatnya menghilangkan sesuatu hal yang telah hadir tersebut menjadi biasa saja. Sekarang aku menjadi lebih mengerti, jika aku menerima semua itu hadir dihidupku akan banyak yang terluka. Mungkin termasuk diriku sendiri, karna sudah membiarkan semuanya terluka. Dan aku akan merusak kebahagiaan yang telah dibuat dengan susah payah. Merusaknya ynag hanya dalam waktu singkat. Aku tidak ingin bahkan tidak akan merusak kebahagiaan orang itu dan yang lainnya. Cukup semua itu menjadi pelajaran dan pengalaman dalam hidup ini.