Senin, 20 Maret 2017

Teruntuk Kamu

Kalimat apapun yang terurai, biarkanlah
Kau yang tak pernah tahu kehadiranku
Kau yang tak pernah tahu keadaanku
Kau membuat hidupku seakan lebih berwarna
Bukan karena hidupku sebelumnya tak bahagia
Hanya saja dengan adanya kau, mereka semua terasa lebih hidup

Aku bukan seseorang yang penuh akan kata
Aku bukan seseorang yang penuh dengan cinta
Aku bukan seseorang yang selalu hadirkan tawa
Aku bukan seseorang yang sering terluka
Aku pun bukan seseorang yang teramat selalu bahagia

Bagiku, tanpa orang lain tahu
Diriku sendiri sudah cukup untuk membuat hariku selalu bersyukur
Dan kau, yang tidak selalu kupuja
Kau yang tidak menempati seluruh ruang kosongku
Kau yang ku tahu tak mengenal diriku

Kata yang seakan aku telah jatuh untukmu
Telah binasa akan pesona yang kau tuai
Hancur dengan rasa yang tumbuh bercabang

Aku tak mengingkari jika kelak nanti kau menghilang
Hembusan angin yang membawamu pergi entah kemana
Angin yang tak ku kenal

Aku pun tak berharap akan ada hari indah satu saat nanti
Pertemuan yang hanya akan membuat bodoh
Sekalipun hanya embun pagi yang melihat
Atau sinar terik yang menyaksikan
Bahkan malam gulita yang terlibat

Seuntai kata teruntuk mu
Atau sebait kalimat yang tertulis
Takkan pernah mampu mengganti segala apa yang melekat dalam dirimu

Kucoba untuk melawan takdir
Tapi bahkan untuk mengendalikan pun aku tak mampu


Aku yang teramat sibuk memperhatikanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar